16
Apr
09

KETIKA PEREMPUAN PATAH HATI

She is my friend. Salah satu teman terbaikku. ‘Bie’, begitu aku memanggilnya. Aku mengenalnya sejak sekitar tahun kedua di kampus. Dia tipikal orang yang pinter, cekatan, taat beribadah, dan nggak neko-neko. Pernah meraih IP 4,00 di salah satu semester (entah semeter berapa, aku lupa). Survey membuktikan, dia memang paling gape accounting diantara kami berenam. Maklum, kami berlima (Oteq, nDah, ijeM, mEy, dan aku) semua jebolan kelas IPA, sementara Bie lulusan terbaik dari SMK jurusan Akuntansi. Seolah Akuntansi sudah mengalir dalam darahnya. Akuntansi Intermediate 2 yang sempet bikin aku jerawatan, bisa dia lahap dengan mudahnya sambil makan kacang. Sayang, dia punya (cuma) 2 kelemahan. Pertama, Bahasa Inggris (dia sadar itu, dan masih terus belajar). Kedua, Bie nggak seberapa pinter ‘meracau’ di depan orang banyak seperti kita-kita. hehe.. Dia gampang nervous. Telapak tangannya hampir selalu basah (soal ini aku pernah nyaranin Bie untuk berobat, khawatir klo punya lemah jantung).

Sudah cukup lama sejak Bie wisuda dan kemudian bekerja, komunikasi diantara kami hanya sebatas say hello lewat email atau sms. Sampai kira-kira sebulan lalu, Om Bud minta tolong dicarikan tenaga Akuntansi untuk sebuah kantor berita yang sedang merintis cabang baru di Solo. Aku merekomendasikan Bie. Meski Bie udah kerja, tapi menurutku prospek di sini InsyaAllah jauh lebih bagus, dan aku tau orang seperti Bie lah yang dicari Om Bud. Bie diterima. Setelah training singkat dan mulai kerja, beberapa kali Bie menghubungi aku…sounds good. Sepertinya Bie cukup senang dan penuh semangat menghadapi pekerjaan barunya. Aku juga dapet report yang alhamdulillah baik, dari Om Bud dan Te Ina. Aku ikut seneng.

Tiba-tiba dua hari lalu, sebuah sms dari Bie masuk dan menjadi petir di siang bolong. “Ki, aku minta maaf karena sdh mengecewakan semuanya. Aku jg g tau knapa aku bisa ky gini” crap! holy crap! ada apa ini???

Aku langsung nelpon Bie. Bie nangis. Aku bingung. Bie resign dari kantor Om Bud. Alasannya, Bie merasa nggak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, takut merugikan perusahaan. WTH!!! Aku nggak percaya. Aku kenal Bie. And it really doesn’t make any sense to me. Akhirnya Bie ngaku kalo abis ada masalah sama pacarnya. Masalah? yup. Mereka putus. Setelah 3 tahun LDR dan baru berapa minggu jadi lebih deket (Solo – Semarang) malah putus? Oh, shit.

I’ll tell you a secret, ya.. Sekejap aku sempat sedikit bersorak dalam hati denger kabar soal ‘putus’ ini. (bukan…bukan karena aku naksir cowoknya, aku kan sudah punya Rukma :p) Karena mereka beda agama. Aku tau cepat atau lambat mereka pasti harus mengakhiri hubungan mereka. Bie juga tau itu. Tapi kenapa jadinya begini? Kenapa sampai harus ngerusak karirnya Bie? Kenapa? Seberapa besarkah masalahnya? Apakah ada faktor X? Kenapa Bie yang selama ini kukenal sebagai perempuan yang sangat independent dan tegar bisa jadi selemah ini?

Bie juga nggak tau kenapa dia begini. Dia merasa kehilangan semangat hidup. Di kantor, dia sama sekali tidak tau harus melakukan apa. Bingung. Kehilangan arah. Bie juga bilang, Om Bud, sebagai atasannya, sudah nggak kurang-kurang memotivasi Bie untuk bangkit. Tapi dia tetap nggak bisa mengendalikan raganya sendiri. Bie kehilangan cahayanya. Kehilangan belahan hatinya. Separuh nafasnya. <— lagu banget ya😀

Aku…..entahlah. Aku bener-bener nggak tau harus gimana, harus bilang apa. Aku belum pernah patah hati sampai segitunya. (emm…okay, aku pernah agak ‘berantakan sesaat’ dulu, tapi tapi nggak separah ini, dan cepet pulihnya, mungkin krn waktu itu cintanya jg nggak seberapa, hihi) Aku pikir, mungkin Bie cuma butuh waktu. Sudah pasti dia sedih, marah, kecewa, sakit hati. Tapi ini adalah sebuah proses. Proses yang senang atau tidak, tetap harus dilewati.

Menangislah, kalau kau memang ingin menangis Bie..
Teriaklah, kalau kau memang ingin teriak..

Tapi ingatlah untuk bangkit lagi. Jangan lama-lama sedihnya ya sayang.. Jangan nyerah hanya sampai di sini. Laki-laki nggak cuma satu, Bie. Masih banyak duda-duda keren (lho?!!) hehe. Bie lho cantik, pinter, baik, juga ngga pernah lupa sama Allah, ya kan? Allah pasti sayang sama Bie. Mungkin ini memang jalan yang terbaik yang Allah pilihkan untuk Bie. (hmm…nulis lbh gampang ya.. kmrn wkt nelpon Bie aku cuma ang eng ang eng speechless)

Ayo Bie…bangkit lagi! Senyum lagi! Semangat lagi! Kan masih ada kite-kite nie…temen-temenmu yang manis-manis, hehe… Masih selalu ada keluarga juga yang selalu sayang sama Bie. Yang kuat ya Bie..😉


6 Responses to “KETIKA PEREMPUAN PATAH HATI”


  1. 1 perempuan
    April 18, 2009 pukul 9:50 am

    satu hal yg pasti.akhirnya terbongkar semua…what”s…RUKMA to nduk he2

  2. 2 kikibasuki
    April 21, 2009 pukul 9:05 am

    aaaww…..ini….. sapa yeaaaa??

  3. April 21, 2009 pukul 10:07 am

    Aku nggak ikut2 lho yang…

    *hahahaha tambah mbongkar ya?*

  4. 5 kikibasuki
    April 22, 2009 pukul 12:38 pm

    dari emailnya aku tau…. mbak Anaaaaaaa!!! huh. nakal. nakal. kasih namaaaaa…. :p

  5. 6 cewe cantik
    Mei 1, 2009 pukul 12:54 pm

    ya…napa?? knalin dunk…hi..hi..hi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: