18
Feb
09

Rambutku

Kemarin sore potong rambut dianter mbak Ana. Rencananya sih mau di-shagy pendek. Ternyata kata si tante nggak bagus, soalnya di ujung2 rambutku masih ada sedikit sisa keriting. Dia bilang di ‘bob’ aja. Sudah dipotong bob pendek. Eh, kata dia, “oh, iya ya mbak, masih nyisa nih keritingnya. Masih kelihatan. Ditinggikan sedikit lagi ya?” begonya aku iya aja. Padahal jelas-jelas sebelum berangkat, mama pesen, jangan terlalu pendek lo ya.. xixi.

Akibatnya, jelas, sampai rumah langsung kena marah. Terlalu pendek, katanya. Memang sih, aku sendiri juga agak shock pertama ngliatnya, apa lagi dibanding panjang rambut sebelumnya. Yeaa…tapi mo gimana lagi, sudah terlanjur ini. Disambung lagi juga nggak mungkin kan..hehe.

Trus, gimana respon orang-orang lain?
Mbak Anna : “Hihii…lucu kok dek. Kamu sih ngrumpi aja sama tantenya”
Mama Dhe : “apik kok nduk, wis to…”
Dek Achie : “nggak kurang pendek lagi a mbak?”
Him : “oh my, im a lucky bastard!”

ps: thank you..


1 Response to “Rambutku”


  1. Februari 18, 2009 pukul 12:50 pm

    seandainya aku jadi kamu nih yah, aku bakal marah sama diri sendiri dan juga tukang potong rambut itu
    gimana nggak,dia main potong rambut aja nggak pakai kira2
    nah aku sendiri juga, main iya2 aja mau gitu di potong endek gitu
    nggak PD banget….cewek lucu (aneh) lagi kalau rambutnya pendek..:P
    nggak usah nyesel nanti juga panjang lagi kok rambutnya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: