06
Feb
09

Aku Benci Membencimu

Aku paling ngga suka kalau aku mulai punya rasa benci sama orang lain. Karena tidak seorang pun yang ingin dibenci orang lain. Tidak seorang pun suka dibenci. Tidak seorang pun pantas untuk dibenci.

Menurutku ngga ada orang di dunia ini yang jahat banget, atau pun jelek banget, sehingga cukup pantas menjadi orang yang dibenci. Penjahat pun punya sisi baik. Penjahat pun pernah jatuh cinta. Bahkan tidak sedikit orang yang justru menjadi ‘jahat’ karena cinta.

Okay, bolehlah kita benci sama maling. Karena jelas-jelas mencuri itu salah. Dosa. Melanggar hukum. Tapi apa pantas kita membenci sang maling secara utuh sebagai manusia? hmm..orang itu mencuri pasti ada alasannya. Dan ketika kita tahu alasannya, bukan tidak mungkin rasa benci itu tadi berubah menjadi iba. Kasihan. Mengabaikan kesalahan besar itu, dia mungkin orang yang disayangi dan menyayangi keluarganya. Dia mungkin pernah jadi orang yang bermanfaat bagi lingkungannya. Mungkin dia mantan pejabat. Mantan ilmuwan. Mantan guru. Mantan suami. Atau mungkin mantan ustad? Guys, perbuatannya yang layak kita benci. Bukan orangnya. Kita semua manusia. Sama-sama manusia. Tidak sempurna.

Aku tidak ingin membencimu. Tapi aku membenci saat ini, ketika sekali lagi muncul rasa sakit di hatiku setiap kali panca inderaku menangkap keberadaanmu. Aku tahu kamu bukan tipe orang yang layak untuk dibenci. Kamu teman yang baik, menyenangkan (maybe). Anak yang disayangi. Kamu juga penyayang (maybe). Kamu bahkan tidak pernah berbuat jahat padaku (belum, atau belum tahu?). Entahlah. Somehow, i hate you. Dan entah kenapa, aku merasa mungkin kamu juga membenciku. Mungkin hanya prasangka, mungkin aku hanya salah membaca matamu.

Temanku, maaf.. aku sungguh tidak ingin membencimu. Jadi, please, berhentilah bersikap seperti itu. Aku tidak ingin mengganggumu. Aku tidak ingin berebut apa pun denganmu. Aku bahkan tidak tau pasti apa yang ingin kau rebut dariku. Berhentilah membuatku gusar, karena aku nyaris berharap tidak pernah mengenalmu. Nyaris berharap engkau tak pernah ada. At least not here. Tidak dalam kisahku.


0 Responses to “Aku Benci Membencimu”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: