15
Jan
09

Nostalgia ‘ngangkot’

Hari ini tadi jadi ke Panjen sendirian. Kepanjen. Ibukota Kabupaten Malang. Berangkat dari rumah naik angkutan pedesaan. Angkot ‘baby blue’ milik PuskopAU. Sampai di perempatan Blimbing ngoper angkot lagi. GA, Gadang-Arjosari, yang jurusan ke Gadang. Sampe terminal Gadang ngoper lagi. Kali ini “ngebis’. Bis Bagong. Terakhir kali aku naik bis bagong tuh jaman SMA, waktu ke rumah Tita di Turen. Perjalanan rasanya lamaaaaaaa banget. Mana sendirian. Tapi asik juga.

Dari bis Bagong, mendarat langsung tepat di depan Polres Malang. Ngurus SCKC ternyata cepet. Langsung sekalian minta legalisir juga, cuma beberapa menit. Itupun sudah termasuk waktu untuk ngobrol-ngobrol sama bapak-bapak Polisi yang masih muda-muda heheheheheheee…

Selesai, langsung pulang. Ngebis Bagong lagi, mampir Indomaret beli Kiranti Sehat Wanita (weikz), GA lagi, baby blue lagi, nyampe rumah dee..

Ternyata asik juga ngangkot sendirian. Meskipun lama dan berpotensi bikin bosen, tapi asik bisa liat2 ‘pemandangan’. Bisa mengamati ‘pemandangan sosial’ lewat macem2 karakter orang yang kita jumpai sepanjang perjalanan. It’s fun, really. Tiba-tiba tersadar, kalo selama ini aku agak terlalu lama ‘terisolasi’ dalam lingkungan sosial yang terbatas. Rumah, Sekolahan, kampung sekitar rumah, keluarga besar, temen2 jaman sekolah yg masih keep in touch, udah. Kemana-mana naek motor sendiri sih, jadi langsung nyampe tempat tujuan, yang juga tempat2 yang biasa kukunjungi sebagai bagian dari rutinitas. Bertemu orang-orang yang hampir setiap hari kutemui. Lingkungan sosial yang sudah sangat kukenal. Jarang ketemu sama orang-orang baru. Betapa…

Jadi, hari ini memberi banyak pelajaran baru. Tapi jujur, lama gak ngangkot berasa pusing nih. Karena gaya nyetir sopir angkot yang acak adul. Karena polusi. Karena aroma di dalem angkot yang campur baur. Karena rokok.

Pulang langsung ganti baju, cuci muka, kaki, dkk. Sms You Know Who sekedar laporan kl sudah nyampe rumah (nggak penting ya aku). Sempet ngerasa laper, tapi nggak peduli. Trus tidurrrrrrrrrr…


0 Responses to “Nostalgia ‘ngangkot’”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: