23
Des
08

him

Jantungku hampir copot gara-gara kejadian tadi siang. Waktu nyervis motor di Ahass. Sepertinya duduk bengong nunggu antrian servis sukses membawa lamunanku melayang kemana-mana.

Tanpa sengaja, ekor mataku menangkap bayangan seseorang. Seorang lelaki memarkirnya motornya. Tinggi (him, not the motorcycle hehe), masih pake jaket dan helm. Wajahnya belum kelihatan. Tapi punggungnya, mengingatkanku pada seseorang. Jantungku bener-bener nyaris copot. Aku tau, mustahil dia di sini. Tapi kan…..pfiuhh.

Kemudian lelaki itu berbalik. Thanks God, not him. Meskipun setengah hatiku bilang, “sial, kok bukan dia sih” hahhaaa…plin plan.

Iya, ternyata aku belum lupa. Meski aku selalu bersikap seolah lupa.. Humph….. Padahal kalau pelajaran di sekolah dulu gampang banget tuh lupanya. hihi…

…..

…..

eh, andai aku punya stok keberanian dan malu yang cukup berlimpah untuk ikutan reality show “termehek-mehek”, aku pasti daftar untuk minta bantuan ‘dipertemukan’ lagi dengannya. Bukan untuk membuat dia kembali. Tapi menyelesaikan yang belum sempat terselesaikan. Mencari jawaban atas pertanyaan.

Tapiii, kok najis banget yeeaaa…hahaha. Nggak puenting banget de. Najis tra la la. Cuih. :p


0 Responses to “him”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: