23
Nov
08

Cerita tentang Rumah

Punya banyak teman itu menyenangkan. Iya lah, semua juga tau. Pasti seneng punya banyak temen yang bisa diajak berbagi suka, berbagi cerita. Berbagi duka? mmm…itu juga iya. It’s nice to have much more friends to share with.

Coba deh baca sekali lagi apa sebenernya maksud kalimatku tadi. Aku seneng tuh ya, kalo lagi hepi, woro-woro ke sebanyak-banyaknya temen yang aku punya. Aku kalo lagi hepi, seperti kembang api. Meletup-letup. Percikannya kemana-mana. Agak susah untuk bisa nahan diri untuk nyebarin berita gembira seperti….. “guys, im in love”…misalnya. Hehe…soal yang ini Indah sama Mr.H pasti paham maksudku.

Trus, sebaliknya, kalo aku lagi sedih gimana? hmm..soal ini aku juga bersyukur punya cukup banyak temen to share with. Bedanya, kalo aku punya sepuluh suka,maka akan kubagi untuk sepuluh temen, ten for each. Tapi kalo untuk urusan duka, aku lebih suka berbagi sepuluh duka kepada sepuluh teman, one for each. Kalimatku agak susah dipahami ya?? hehe..

Aku pikir, kalo kita tau temen kita seneng, kita pasti ikut seneng. Pun ketika kita tau temen kita sedih, pasti kita juga ikutan sedih. Makanya, andai aku punya sepuluh temen, sepuluh suka, dan sepuluh duka, aku ingin masing-masing temenku ini ikut merasakan sepuluh suka-ku dan masing-masing satu aja dukaku. it’s enough, more than enough.

Nah, itu kan temen. kalo pacar? mau kamu bagi berapa Ki? mmmmmmmm… mmm.. entahlah. any idea?
Yyyeeaaaa…untuk sekarang sih,belum tau jawabannya tuh buu… Toh, aku juga belum punya pacar. Dan memang belum berniat punya pacar dalam waktu dekat ini. Since my life still complicated, dan aku nggak pengen ada seorang pun yang terjerumus terlalu jauh kedalam kekacauan ini. Aku masih merasa nyaman being happy single women. Dengan banyak temen, yang cukup mengenal aku di permukaan aja. Berbagi hal-hal yang emang aku ingin bagi dengan mereka. Maaf teman, tapi aku nggak ingin kalian terperangkap dalam skenario hidupku.hehe..

Seperti sebuah rumah, yang pagarnya terbuka. Siapa pun bisa masuk dan melihat-lihat keindahan taman di sekeliling rumah, bahkan mencoba menangkap kupu-kupu yang berlarian disana. Atau memetik satu bunga untuk dibawa pulang juga boleh. Tapi untuk masuk kedalam rumah? Ada yang beberapa pilihan…mau lewat pintu depan? pintu samping? atau pintu belakang? hmm…sayangnya semua pintu itu masih terkunci rapat, bung! Tapi kamu masih bisa mengintip lewat jendela, kalau kamu memang bener2 ingin tau apa yang ada didalam rumah besar itu. Atau…ada yang mau mencoba masuk lewat jendela? atau…malah ada yang berniat mendobrak pintunya?
Walaah…kenapa nggak diketok aja pintunya trus bilang, “Assalamu’alaikum…” moga aja yang punya rumah mau bukain pintunya. (tapi nggak janji ya, soalnya yang punya rumah agak galak tuh)
Si empunya rumah,

Kiki Basuki.


0 Responses to “Cerita tentang Rumah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: