19
Nov
08

Dan…tiba-tiba menangis..

Heran deh.. Kejadian aneh pagi-pagi buta. Sebelumnya, aku bisa, bisa banget nahan tangis diantara duka. Tpi heran, sungguh heran..pagi ini tadi tiba-tiba menangis dengan sendirinya. Hatiku menangis sendiri, tanpa sempat kularang, bahkan tanpa sempat kurencanakan..

Aku menangis karena perbuatan seseorang. Perbuatan yang mungkin tidak disadarinya. Perbuatan yang meski disadarinya pun, bukan mungkin, hampir pasti tidak disadarinya bahwa perbuatannya itu berpotensi membuatku menangis. Aduuuhh….sukar dijelaskan.

Sebenarnya, mungkin aku sedang menangisi perbuatanku sendiri. Aku ngga pernah, nggak suka membiarkan diriku sendiri sedemikian jauh ‘mengintimidasi’ kehidupan orang lain. Huuh, okay, mengintimidasi mungkin memang bukan pilihan kata yang tepat. Tapi…tapi..aku ngerasa gitu.

Hmm…maybe, lagi, sedikit banyak sara bersalahku ini muncul dipengaruhi, at least terinspirasi, atau ‘belajar’ dari apa yang dialami Mas A dan Mr.F. Termakan kata-kataku sendiri waktu sok-sok an nasehatin mereka. Aku takut, kalau-kalau selama ini, tanpa kusadari, aku telah membuat seseorang berada dalam posisi yang sama seperti yang dialami Mas A ataupun Mr. F.

Kalau memang iya….sebenernya sih, i can fix it. Tapi aku nggak mau gitu. Aku nggak siap, belum siap untuk ini. Aku masih punya janji yang harus ditepati. Aku masih punya banyak pertanyaan yang harus kucari sendiri dulu jawabannya. Menjawab pertanyaanku sendiri sebelum menjawab pertanyaan orang lain. Apa aku salah? Nggak ah.. Seperti kata Profesor Siu, banyak cara menuju perdamaian.

Tapi iya, aku menangis karena rasa bersalah. Tapi aku ngga ingin minta maaf, karena memang sepertinya nggak perlu. Minta maaf tanpa penjelasan ‘kenapa’ bisa-bisa malah diterjemahkan secara salah, dan bisa, bisa banget lebih lebih ‘salah’ lagi situasinya. hmm…

Kenapa? kenapa ngga dijelasin aja? Kata profesor Siu, kata kunci untuk mencapai perdamaian adalah komunikasi. ngomong dong… Yeahh..easy to say. Well, basicly kita sebenernya udah sama2 tau kok alasannya. Dan sama2 pura-pura ngga tau. Kita juga sama2 tau kalau ada yang salah dengan semua ini. Dan kita harus berhenti bersikap seperti ini. Tapi entahlah…sesuatu membuat masing-masing dari kita enggan berhenti.

Membaca dan belajar dari apa yang dialami Mas A dan Mr.F membuatku berpikir sekali lagi. fine, i’ll stop my self.. and hopefully u’ll stop ur self, then.. 

will i? will u?

yes, i will.


0 Responses to “Dan…tiba-tiba menangis..”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: