Pengait kata (tags) tulisan ‘ Teman

02
Jul
09

Bu Komeng

Aku punya temen2 baru seangkatan CPNS thn 2009. Ririn, Titin, Choir, dan beberapa orang lagi yang aku belum hafal namanya (ups, sorry). Sama-sama diangkat April 2009, sama-sama termasuk golongan ibu2 guru muda (‘muda’ means twenty something, or more but still have that ‘twenty something’ look, hehe). Yang terpenting adalah sama2 rame, sama-sama geje, sama-sama lemot (ups), dan sama-sama bertingkah sok ‘single happy lady’ kalo lagi ngumpul. Padahal cuma dua diantara kami yang masih belum punya surat nikah. hahahaa…

Beberapa kali kita ngumpul ke diknas panjen bareng-bareng, trus konvoi bermotor ke bkd yang di deket pendopo kabupaten (depan mitra1). Nah, setelah konvoi itu mereka punya julukan baru buat aku. Bu Komeng. haah? what? apa maksudnya? aku nanya mereka malah cekikikan sambil geleng2 geje.. apa sih?

Kata Ririn: “Sampeyan ngerti Komeng? sing ndek iklane sepeda motor? bla bla….yang lain pasti ketinggalan? Nah…yo iku.”

*apa sih?*

28
Jun
09

Farewell

I hate farewell
I really am hate it
Aku nggk tau apa maksudnya orang2 ini merencanakan farewell party di belakangku. (dan dengan sukses aku dapet bocoran)
……..
Ngapain sih?
Buat apa?
……..
Sial. Sial. Sial.
Aku sampe nggak bisa tidur gini HARE
……….
I hate farewell
Apa nggak ada yang pernah ngajarin kalo farewell itu nggak baik untuk kesehatan? *lebai*
……..
Harusnya pemerintah bikin Undang-Undang yang melarang farewell party di Indonesia.
Bcause i hate it
I hate it
……….

What the hell is farewell?
Hate it.

*sigh*

20
Mar
09

SOLO

errr…dua orang sudah menyusul hijrah ke Solo. Jadi tangan kanannya Om Bud. Yang pertama Novita, alias ‘bie’ teman kuliahku dulu. Sebelum ini dia sudah kerja sih, di sebuah perusahaan cerutu di Malang. Tapi waktu Om Bud minta tolong dicarikan tenaga akuntan, aku langsung merekomendasikan dia. I know her. Ternyata deal dalam interview singkat di rumahku, hari Minggu lalu. Senin bie resign dari perusahaan lama, Selasa berangkat ke Jakarta untuk training di kantor pusat. Good luck, bie!! *mupeng*

Orang kedua yang berangkat adalah Mbak Ana. Kisahnya sama-sama mendadak juga. Harus ngambil keputusan dalam waktu singkat, dan dengan persiapan yang super duper singkat pula, harus langsung berangkat hijrah. Bedanya, mbak Ana langsung ke kantor Solo hari Kamis kemarin, prepare urusan administrasi perusahaan yg masih orok ini, ‘kejar tayang’ untuk penerbitan pertama per satu April. Dan…nyari tempat kos.

Hidup ini penuh misteri ya.. hanya dalam hitungan jam, hitungan hari, hidup kita bisa berubah drastis, bisa melenceng dari rencana kita, bisa juga tiba-tiba membawa harapan baru yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. hmmm… Allah selalu punya rencana yang mysteriously beautiful untuk setiap umatnya. Subhanallah..

10
Feb
09

Membatalkan Marahku

Emang marah bisa dibatalkan? hehe…

Maaf, maaf…
Maaf karena sempet marah-marah ngga jelas..
Maaf karena sempat sok memahami kamu, teman..
Kau masih temanku kan? :)

Maaf, karena aku tidak tau harus berbuat apa, tapi yang jelas aku menyesal.. Harusnya aku tau, mungkin kamu yang lebih berhak marah padaku. Sakit hati padaku. Is that so? just maybe.. :)

Tapi kamu juga perlu tahu, temanku.. Tidak pernah ada sedikit pun niat di hatiku untuk melukaimu. Sungguh.

Maafkan aku… Bisa kita berteman lagi? :)

06
Feb
09

Aku Benci Membencimu

Aku paling ngga suka kalau aku mulai punya rasa benci sama orang lain. Karena tidak seorang pun yang ingin dibenci orang lain. Tidak seorang pun suka dibenci. Tidak seorang pun pantas untuk dibenci.

Menurutku ngga ada orang di dunia ini yang jahat banget, atau pun jelek banget, sehingga cukup pantas menjadi orang yang dibenci. Penjahat pun punya sisi baik. Penjahat pun pernah jatuh cinta. Bahkan tidak sedikit orang yang justru menjadi ‘jahat’ karena cinta.

Okay, bolehlah kita benci sama maling. Karena jelas-jelas mencuri itu salah. Dosa. Melanggar hukum. Tapi apa pantas kita membenci sang maling secara utuh sebagai manusia? hmm..orang itu mencuri pasti ada alasannya. Dan ketika kita tahu alasannya, bukan tidak mungkin rasa benci itu tadi berubah menjadi iba. Kasihan. Mengabaikan kesalahan besar itu, dia mungkin orang yang disayangi dan menyayangi keluarganya. Dia mungkin pernah jadi orang yang bermanfaat bagi lingkungannya. Mungkin dia mantan pejabat. Mantan ilmuwan. Mantan guru. Mantan suami. Atau mungkin mantan ustad? Guys, perbuatannya yang layak kita benci. Bukan orangnya. Kita semua manusia. Sama-sama manusia. Tidak sempurna.

Aku tidak ingin membencimu. Tapi aku membenci saat ini, ketika sekali lagi muncul rasa sakit di hatiku setiap kali panca inderaku menangkap keberadaanmu. Aku tahu kamu bukan tipe orang yang layak untuk dibenci. Kamu teman yang baik, menyenangkan (maybe). Anak yang disayangi. Kamu juga penyayang (maybe). Kamu bahkan tidak pernah berbuat jahat padaku (belum, atau belum tahu?). Entahlah. Somehow, i hate you. Dan entah kenapa, aku merasa mungkin kamu juga membenciku. Mungkin hanya prasangka, mungkin aku hanya salah membaca matamu.

Temanku, maaf.. aku sungguh tidak ingin membencimu. Jadi, please, berhentilah bersikap seperti itu. Aku tidak ingin mengganggumu. Aku tidak ingin berebut apa pun denganmu. Aku bahkan tidak tau pasti apa yang ingin kau rebut dariku. Berhentilah membuatku gusar, karena aku nyaris berharap tidak pernah mengenalmu. Nyaris berharap engkau tak pernah ada. At least not here. Tidak dalam kisahku.

24
Nov
08

Hunny

Catatan hari Senin pagi, jam 07.05

Hari ini, seperti biasa ada Upacara Bendera di Sekolah. Tapi aku dateng telat. dammit. Jadilah aku duduk melas di bangku belakang Sekolah, sambil berjemur ngeringin rambut, dan … nulis coret moret nggak guna.

Eh, ndengerin Paduan Suara Sekolah ini nyanyiin lagu-lagu wajib, aku tiba-tiba inget sama Hunny. Yes, Hunny yang pernah tak paksa mbantu ngelatih Paduan Suara SD-ku untuk lomba beberapa tahun lalu. Hunny yang kriting tapi nggak kayak Giring, suaranya dahsyat, dan wajahnya lumayan ganteng juga.. (ada yg berminat? hehe) Waktu itu Hunny emang ketua PSM Fakultas, dan kemudian juga jadi ketua PSM Universitas, kalo nggak salah.

“Hunny”, memang bukan nama aslinya. Albertus siapaaa gitu aku lupa. Yang jelas, nama ‘hunny’ itu adalah panggilan sayang semua anak2 PSM buat Albertus. Alasannya sih, kalo keseringan manggil “al-ber-tus’ takut lidah keplintir. Dasar lidah ndeso. hahhaaa.. Tapi toh, mengingat suara emas dan good looking-nya, dia cukup layak layak banget kok dapet panggilan semanis itu. naksir Ki? nggak lah…aje gile. Udah mati rasa kali kita. Sorry to say, tapi keseringan ketemu dan kerja bareng bikin kita ngerasa kayak jadi satu keluarga. Jadi ilfil deey..

Eits, Upacara-nya udah kelar. Masuk dulu ah.. Siap-siap masang muka tebel, be cool.. Mau nggak pe de juga udah terlanjur telat kan..hehehe.

 

23
Nov
08

Cerita tentang Rumah

Punya banyak teman itu menyenangkan. Iya lah, semua juga tau. Pasti seneng punya banyak temen yang bisa diajak berbagi suka, berbagi cerita. Berbagi duka? mmm…itu juga iya. It’s nice to have much more friends to share with.

Coba deh baca sekali lagi apa sebenernya maksud kalimatku tadi. Aku seneng tuh ya, kalo lagi hepi, woro-woro ke sebanyak-banyaknya temen yang aku punya. Aku kalo lagi hepi, seperti kembang api. Meletup-letup. Percikannya kemana-mana. Agak susah untuk bisa nahan diri untuk nyebarin berita gembira seperti….. “guys, im in love”…misalnya. Hehe…soal yang ini Indah sama Mr.H pasti paham maksudku.

Trus, sebaliknya, kalo aku lagi sedih gimana? hmm..soal ini aku juga bersyukur punya cukup banyak temen to share with. Bedanya, kalo aku punya sepuluh suka,maka akan kubagi untuk sepuluh temen, ten for each. Tapi kalo untuk urusan duka, aku lebih suka berbagi sepuluh duka kepada sepuluh teman, one for each. Kalimatku agak susah dipahami ya?? hehe..

Aku pikir, kalo kita tau temen kita seneng, kita pasti ikut seneng. Pun ketika kita tau temen kita sedih, pasti kita juga ikutan sedih. Makanya, andai aku punya sepuluh temen, sepuluh suka, dan sepuluh duka, aku ingin masing-masing temenku ini ikut merasakan sepuluh suka-ku dan masing-masing satu aja dukaku. it’s enough, more than enough.

Nah, itu kan temen. kalo pacar? mau kamu bagi berapa Ki? mmmmmmmm… mmm.. entahlah. any idea?
Yyyeeaaaa…untuk sekarang sih,belum tau jawabannya tuh buu… Toh, aku juga belum punya pacar. Dan memang belum berniat punya pacar dalam waktu dekat ini. Since my life still complicated, dan aku nggak pengen ada seorang pun yang terjerumus terlalu jauh kedalam kekacauan ini. Aku masih merasa nyaman being happy single women. Dengan banyak temen, yang cukup mengenal aku di permukaan aja. Berbagi hal-hal yang emang aku ingin bagi dengan mereka. Maaf teman, tapi aku nggak ingin kalian terperangkap dalam skenario hidupku.hehe..

Seperti sebuah rumah, yang pagarnya terbuka. Siapa pun bisa masuk dan melihat-lihat keindahan taman di sekeliling rumah, bahkan mencoba menangkap kupu-kupu yang berlarian disana. Atau memetik satu bunga untuk dibawa pulang juga boleh. Tapi untuk masuk kedalam rumah? Ada yang beberapa pilihan…mau lewat pintu depan? pintu samping? atau pintu belakang? hmm…sayangnya semua pintu itu masih terkunci rapat, bung! Tapi kamu masih bisa mengintip lewat jendela, kalau kamu memang bener2 ingin tau apa yang ada didalam rumah besar itu. Atau…ada yang mau mencoba masuk lewat jendela? atau…malah ada yang berniat mendobrak pintunya?
Walaah…kenapa nggak diketok aja pintunya trus bilang, “Assalamu’alaikum…” moga aja yang punya rumah mau bukain pintunya. (tapi nggak janji ya, soalnya yang punya rumah agak galak tuh)
Si empunya rumah,

Kiki Basuki.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.