Pengait kata (tags) tulisan ‘ Mad

02
Jul
09

Bu Komeng

Aku punya temen2 baru seangkatan CPNS thn 2009. Ririn, Titin, Choir, dan beberapa orang lagi yang aku belum hafal namanya (ups, sorry). Sama-sama diangkat April 2009, sama-sama termasuk golongan ibu2 guru muda (‘muda’ means twenty something, or more but still have that ‘twenty something’ look, hehe). Yang terpenting adalah sama2 rame, sama-sama geje, sama-sama lemot (ups), dan sama-sama bertingkah sok ‘single happy lady’ kalo lagi ngumpul. Padahal cuma dua diantara kami yang masih belum punya surat nikah. hahahaa…

Beberapa kali kita ngumpul ke diknas panjen bareng-bareng, trus konvoi bermotor ke bkd yang di deket pendopo kabupaten (depan mitra1). Nah, setelah konvoi itu mereka punya julukan baru buat aku. Bu Komeng. haah? what? apa maksudnya? aku nanya mereka malah cekikikan sambil geleng2 geje.. apa sih?

Kata Ririn: “Sampeyan ngerti Komeng? sing ndek iklane sepeda motor? bla bla….yang lain pasti ketinggalan? Nah…yo iku.”

*apa sih?*

23
Des
08

him

Jantungku hampir copot gara-gara kejadian tadi siang. Waktu nyervis motor di Ahass. Sepertinya duduk bengong nunggu antrian servis sukses membawa lamunanku melayang kemana-mana.

Tanpa sengaja, ekor mataku menangkap bayangan seseorang. Seorang lelaki memarkirnya motornya. Tinggi (him, not the motorcycle hehe), masih pake jaket dan helm. Wajahnya belum kelihatan. Tapi punggungnya, mengingatkanku pada seseorang. Jantungku bener-bener nyaris copot. Aku tau, mustahil dia di sini. Tapi kan…..pfiuhh.

Kemudian lelaki itu berbalik. Thanks God, not him. Meskipun setengah hatiku bilang, “sial, kok bukan dia sih” hahhaaa…plin plan.

Iya, ternyata aku belum lupa. Meski aku selalu bersikap seolah lupa.. Humph….. Padahal kalau pelajaran di sekolah dulu gampang banget tuh lupanya. hihi…

…..

…..

eh, andai aku punya stok keberanian dan malu yang cukup berlimpah untuk ikutan reality show “termehek-mehek”, aku pasti daftar untuk minta bantuan ‘dipertemukan’ lagi dengannya. Bukan untuk membuat dia kembali. Tapi menyelesaikan yang belum sempat terselesaikan. Mencari jawaban atas pertanyaan.

Tapiii, kok najis banget yeeaaa…hahaha. Nggak puenting banget de. Najis tra la la. Cuih. :p

17
Des
08

A Story of Princess Damayanti

Hahaha…… summmpaahhh yeaaa…..nggak penting banget upload-an yg satu ini. Tapi aku beneran gatel bgt pengen ngutip sepenggal kisah Mahabarata tentang Nala-Damayanti, dari Wikipedia. So, this is The Story

Damayanti was a princess of Vidarbha Kingdom who fell in love with Nala simply from hearing about his virtues and accomplishments from a swan. When it came time for Damayanti to choose her husband at a swayamvara, princes and kings came to seek her hand, including Nala. The Gods Indra, Agni, Varuna and Yama were in attendance, too. Nala met the gods on their way there, and they ordered him to go inform Damayanti that she must choose one of them for her husband. Damayanti agreed to pay her respects to the gods, but she insisted on choosing Nala for her husband, although he was addicted to gambling. The Gods each disguised themselves as Nala, but Damayanti saw through them each time. Unaware that he was too late for the ceremony, the demon Kali, the personification of Kali yuga, ran into the gods and they told him how she had chosen Nala in their place. Kali then angrily vowed to cause the fall of Nala’s kingdom through his propensity for gambling. He waited twelve long years for the right time to strike.

Damayanti and Nala were happily married and had two children. One day, Nala made himself impure by not washing his feet before his prayers, thereby allowing Kali to bewitch his soul. In games of dice with his brother Pushkara, he lost his kingdom, forcing Nala and Damayanti to live in poverty in the forest. Birds flew away with the only garment Nala possessed. Kali forced Nala to abandon Damayanti, who remained in the forest and enacted a curse against those who had caused the downfall of her husband. Nala, meanwhile, rescued the Nāga Karkotaka from fire and was bitten in an attempt to exorcize the devil within him. As a result, the venom turned Nala into a dwarf named Bahuka, who served as a charioteer to the Ayodhya King Rituparna. When King Rituparna revealed to him the supreme skill of controlling the dice, Bahuka vomited Kali from his body and imprisoned him temporarily in a tree.

After serving as the hand-maiden to the Princess of Chedi, Damayanti was discovered and taken back to her father’s house where she was reunited with her children. They searched for Nala, but could not find him. Damayanti learned about the dwarf and suspected it might be her husband. In order to test his identity, she requested a second swayamvara. Nala’s master was one of the many kings who went to the swayamvara, and Nala accompanied him. On their journey to the swayamvara, the king instructed the dwarf in the techniques of gambling. Damayanti was persuaded that the dwarf was Nala because of the flavor of a dish that he cooked for her. The two were reunited and Nala was transformed from being a dwarf into his familiar form. He used the knowledge of gambling he had gained in order to regain everything he had lost.

Nhaa….tar klo aku cerita ndiri lak gak percaya.. Baca sendiri aja tuh kalo gitu. Tapi dengan catatan, aku sih ogah ya jadi Damayanti yg model begini. Cinte sih cinte….tapi please deeee heheeheeeee…

09
Des
08

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Iya. Buktinya, kemaren mixer adonan kue punyaku selingkuh sama mixer punya mamadhe. Pok Minah mandi di kali, nggak indah sama sekali (eh eh, apik yo pantunku??xixi). Yang satu bolak-balik copot, yang satunya nggak mau kepasang sama sekali. Bodohnya….ckckck.. Duuh…aku bener2 harus menghilangkan kebiasaan ‘bengong’ sesaat sebelum otakku benar2 bekerja. Sumpahh ya…waktu itu kan lagi buanyak orang di rumahku. Ekspresi bengong-ku pasti nggak banget deh waktu itu. Keliatan banget dari cara ketawa orang2 yang penuh penghayatan (plus pelecehan scr psikologis).  Spongebob digigit tikus, malyuw-nya bo’ setengah mampus..hahaha

30
Nov
08

Sms-an sama tante

Tadi abis sms-an sama te Ina, janjian soal tanggal dan persiapan selamatan malam 40 harinya Ayah. Setelah sepakat, gini nih last message dari te Ina…

Aku nggregesi gak enak badan nih mau bobok, nanti jam 1 nganter latihan band. Wis yo.

Hahahaa….satu diantara sekian tante-tante gaul yang doyan sms-an. Kesibukannya selain menjalankan peran sebagai istri dan ibu ‘normal’, te Ina nih juga me-menejer-i (perhatikan spellingnya harus pake ‘e’ semua) suami dan anak2nya. Om Bud, suami te Ina adalah seorang dalang ‘nyentrik’ kondang di Tulungagung (JP grup harus bangga punya redaktur unik gini hihi….ampun om), trus anak pertama dan keduanya (both are boys, 2 SMA dan 1 SMP) lagi keranjingan nge-band, plus anak ketiga (girl, 2SD) yang sejak TK udah koleksi piala lomba Fashion Show dan tahun ini jadi new comer di dunia band2an. halaaaaaahh… Tante me ne jerrr…..

28
Nov
08

Hari Mbanyol

Aneh dehh….hari ini kayaknya hari mbanyol satu sekolahan. Apa ada hubungannya sama nggak adanya si bos di kantor ya? Hari ini tadi bapak2 ibu2 pada mbanyol semua. Adaaaaaa aja tingkahnya. Dari mulai cerita2 lucu, sampe saling ngerjain satu sama lain…. lupa umur semua wis kayaknya.

Sampai-sampai nih ya… tadi kan pulang pagi karena pada mau pendataan biometric ke Poncokusumo, stelah anak2 dipulangin semua, trus guru2 siap2 berangkat, pintu kantor dah dikunci, masih tetep cekikikan aja. Tau tau…..brok brok brok…woooiiii….!!! hahhahaaaaa Bu Mar masih ketinggalan didalem kantor, kekunci! hahhahhaaaaq..konyol

Trus pas udah ngumpul semua, siap berangkat, nah…Pak Hari, yang bawa mobil (btw dia ini pelatih persema junior lho) mau masuk mobil, make kacamatanya, bingung sendiri…. lho….kacamata ini kok kayak burem sebelah ya..trus tangannya reflek megang kacamata sbelah kiri, eitss….bolong! gubluuukk….kaca sebelah kiri copot trus hilang entah kemana. wis….wis..

hoaahhh…..sampe kaku mulutku. yowis lah, aku kan nggak ikut…..jadi pulang duluan deee… agak mules juga gara2 kebanyakan makan nangka tadi hehe..

24
Nov
08

Hunny

Catatan hari Senin pagi, jam 07.05

Hari ini, seperti biasa ada Upacara Bendera di Sekolah. Tapi aku dateng telat. dammit. Jadilah aku duduk melas di bangku belakang Sekolah, sambil berjemur ngeringin rambut, dan … nulis coret moret nggak guna.

Eh, ndengerin Paduan Suara Sekolah ini nyanyiin lagu-lagu wajib, aku tiba-tiba inget sama Hunny. Yes, Hunny yang pernah tak paksa mbantu ngelatih Paduan Suara SD-ku untuk lomba beberapa tahun lalu. Hunny yang kriting tapi nggak kayak Giring, suaranya dahsyat, dan wajahnya lumayan ganteng juga.. (ada yg berminat? hehe) Waktu itu Hunny emang ketua PSM Fakultas, dan kemudian juga jadi ketua PSM Universitas, kalo nggak salah.

“Hunny”, memang bukan nama aslinya. Albertus siapaaa gitu aku lupa. Yang jelas, nama ‘hunny’ itu adalah panggilan sayang semua anak2 PSM buat Albertus. Alasannya sih, kalo keseringan manggil “al-ber-tus’ takut lidah keplintir. Dasar lidah ndeso. hahhaaa.. Tapi toh, mengingat suara emas dan good looking-nya, dia cukup layak layak banget kok dapet panggilan semanis itu. naksir Ki? nggak lah…aje gile. Udah mati rasa kali kita. Sorry to say, tapi keseringan ketemu dan kerja bareng bikin kita ngerasa kayak jadi satu keluarga. Jadi ilfil deey..

Eits, Upacara-nya udah kelar. Masuk dulu ah.. Siap-siap masang muka tebel, be cool.. Mau nggak pe de juga udah terlanjur telat kan..hehehe.

 

19
Nov
08

hujan

Aku suka hujan…tapi aku benci kehujanan. lha…terus gimana lho? mbuh yo.. Aku seneng aja kalau turun hujan. Tapi benci banget kalau harus kehujanan. Karena kehujanan bikin aku pusing. Dan si pusing biasanya datang bersama teman2nya yang bernama demam, batuk, pilek, dan antek2nya yang lain. Tapi…kadang2 pengen juga hujan2an kaya anak2 kecil yang suka lari-larian di depan rumah setiap hujan deres. nggak pake baju pula… ih, yang ini aku nggak mau. Takut kejaring UU Pornografi dan Pornoaksi.

19
Nov
08

Manis! Bukan cantik!

Aku lebih suka dibilang ‘manis’ daripada ‘cantik’….asal kamu tau aja. Nggak penting banget yyeaaaaa…..i know. Gara2 kebanyakan gaul sama Om Bud nih, jadi suka mengemukakan hal-hal nggak puentingngngng… Tapi iya kok, aku nggak comfort dibilang cantik. Jadi, sebut aku manis ya… hahhaahahhaaa….mekso. pol.

18
Nov
08

Remember this mad, silly action? hahha…

empat jiwa dalam gila Wew….pertengahaan November. Artinya sudah mendekati akhir tahun lagi.. Sudah hampir tahun baruan lagi.. Tambah tua lagi umur dunia ini…

Tiba-tiba kangen pengen buka2 lagi album lama. Nostalgia kegilaan tahun baru kemaren. Lagi-lagi taun baruan bareng keluarga Om Bud. Tapi agendanya beda, udah gak muter2 keliling kota lagi. Dari sore udah berangkat ke Hotel di puncak gunung yang….whatever it names, aku lali. Wuih, perjalanan buat nyampe kesna horor banget. Nggak disangka2 sore itu Tulungagung diserang angin puting beliung. wah..sepanjang jalan hujan deres… trus banyak pohon2 tumbang ke tengah jalan….spandu2..baliho…sampai2 ada kabel listrik yang putus krn tersangkut pohon2 besar yg tumbang. Irronically beautiful.

Tapi perjalanan horor itu terbayar setelh sampai di penthouse ‘entahlah’ …duh, apa ya namanya.. Pokoknya tempatnya deket banget sama bendungan Wonorejo (mudah2an ini juga gak salah inget nama). Sempet surprised juga sih….kok ada ya tempat sebagus ini di TA hahhaaa…ups, sorry. tapi sumpah ya….meski nggak terlalu mewah, tapi eksotis bangeeeetttt tuh tempatnya.

Trus kita semua janjian nyemir rambut tiga warna khas lampu setopan, merah kuning ijo. Dahsyatt.. Norak abis sih iya….tapi tetep cantik kan…hehe. Di foto, dari kiri-kanan: dek Sandi, Dek Dina, Dek Danang, Aku. Paling tua. tapi paling norak, paling jayuz, dan paling nggak tau malu…hahhaaa.

Hmm…tahun baru besok ini bakal gimana yaa… yang jelas aku nggak akan kemana2. Karena nggak ada lagi Ayah di rumah. Pertama kalinya kita tahun baruan tanpa ayah. Aku pengen bareng2 aja sama mama, Dek Sena, dan Dek Acie.

Oh no….tahun bru-nya kan masih sebulan lebih. Padahal sampai akhir bulan ini masih banyak agenda yang harus diselesikan….aaaaaarrrrghgghhh……tidaaaaaaaaaaakkk!!!




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.