Pengait kata (tags) tulisan ‘ Lentera

08
Jan
09

Rayuan Gombal

Kalau pun aku mati hari ini, atau hidup seribu tahun lagi, kamu tetap satu-satunya wanita terindah yang singgah di hatiku.

Kurang lebih gitu deh kalimat rayuan yang dipake temennya adekku buat nembak cewek yang cukup populer di  SMP-nya. Anak es-em-pe bisa ngomong kayak gitu? Wow, jenius nggak?!

 Selidik punya selidik, ternyata, katanya sih terinspirasi salah satu sinetron yang dia tonton di SCTV. Busseeeeettt… Ternyata semudah ini sebuah tayangan televisi mempengaruhi perkembangan psikologis remaja Indonesia. Mmm…juga gaya bahasa. Hati-hati ya…

*Guwbraaaakk!!! Sinetron lagi yang dibahas kiiiiii….. kapan dewasanya kamu? eh, sinetron kan juga tontonan orang dewasa :D *

08
Jan
09

Sinetron lebai

“Mengapa hidup ini tak pernah adil padaku?” ratap seorang wanita di sebuah sinetron. Benarkah? Benarkah kehidupan tak pernah adil padanya? Ataukah kehidupan memang tak pernah adil pada siapapun? Atau…hidup justru terlalu adil?

Mungkinkah hidup ini terlalu adil? Hingga tak pernah ada yang mutlak di dunia ini. Kebahagiaan suatu ketika kan berganti dengan kesedihan. Suka tak pernah jauh dari duka. Keberhasilan pun bukn tak mungkin berganti dengan kegagalan. Tidak ada yang mutlak. Tidak ada yang kekal. There is no happily ever after. Pun juga tidak ada kesengsaraan yang kekal. Tidak ada.

Tidak adilkah ‘hidup’? hanya karena ia mencoba memberi banyak ‘rasa’ pada setiap anaknya. Rasa senang, sedih. Puas, kecewa. Cinta, benci. Marah. Rindu. Lelah. Berani, takut. Bangga. Jijik. Bosan. Cemburu…

Hidup. Kehidupan. Selalu membuat kita bertanya-tanya. Tentang banyak hal.

Life is always questions us.

But can we question life?

*halaaahh…lapo se, adegan sinetron ae kok dipikir nemen-nemen*

02
Des
08

an Answer

Selasa pagi, hampir siang…

imagessDuduk santai di kursi kayu berukir sambil baca Intisari, persis seperti biasa ketika aku sedang bersantai di rumah ketika nggak ada jadwal ngajar, tentu saja. Bersikap seolah kami hidup seperti orang beradab sepanjang tahun.. wakakak..

Sampai pada halaman terkhir, pada bagian Briket: Lentera, kali ini bertajuk “Jawaban atas Pertanyaan”.

Si Penulis mengutip ucapan Ted Menten, penulis sekaligus kreator tv show dari USA.

Sering kali, jawaban atas sebuah pertanyaan, ada pada pertanyaan itu sndiri. Jawaban atas “WHAT CAN YOU DO?” misalnya, bisa dengan mudah ditemukan pada kalimat sederhana “DO WHAT YOU CAN”.

 Kalau dengan empat kata yang sama tadi bisa terangkai sebuah kalimat alternatif yang lebih tegas, mengapa harus membuat kalimat tanya yang hanya membuat hati ragu? Karena kadang jawaban atas pertanyaan itu sebenarnya sudah kita punyai, di benak ataupun di hati (setujuuu, bang Menten!).

 

Kadang, kita memang tak perlu banyak bermain dengan pertanyaan..

Mmmm…ya ya ya.. aku juga nggak terlalu suka dengan kalimat tanya.

Is that so?   So, that is.. hahaha *ngawur puoooll*




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.