Pengait kata (tags) tulisan ‘ Family

10
Feb
09

Sepi

Mbak Eni dan Mas Bambang, adiknya, sudah balik ke Jakarta
Mama Tutik sekeluarga pulang ke Surabaya
Om Pram sama Tante Lis, adiknya, pulang juga ke Semarang
Tante Ina dan anak-anaknya pulang ke Tulungagung
Mama Linda sekeluarga, juga Riki cucunya, ikut pulang ke Surabaya
Mbah No sama istrinya baru tadi pagi balik ke Panjen
Kelurga Tante Yuni, Om Nono, Mama Dhe mulai kembali juga ke rumah masing-masing.

Siapa yang tersisa?
Entahlah…not sure.
Yang aku ingat, sekarang ini, aku masih berbagi kamar sama mbak Anna
Ibu, nenekku ada di kamar sebelah, sendirian..
Mas Adin tidur di kamar sebelah yg lain
Abah Pung sepertinya masih ada di kamar depan, setidaknya sampai visa-nya keluar

Tidak sendiri, tapi sepi.
Dibandingkan beberapa hari sebelum ini, terasa sepi.
Sungguh sepi.

30
Nov
08

Sms-an sama tante

Tadi abis sms-an sama te Ina, janjian soal tanggal dan persiapan selamatan malam 40 harinya Ayah. Setelah sepakat, gini nih last message dari te Ina…

Aku nggregesi gak enak badan nih mau bobok, nanti jam 1 nganter latihan band. Wis yo.

Hahahaa….satu diantara sekian tante-tante gaul yang doyan sms-an. Kesibukannya selain menjalankan peran sebagai istri dan ibu ‘normal’, te Ina nih juga me-menejer-i (perhatikan spellingnya harus pake ‘e’ semua) suami dan anak2nya. Om Bud, suami te Ina adalah seorang dalang ‘nyentrik’ kondang di Tulungagung (JP grup harus bangga punya redaktur unik gini hihi….ampun om), trus anak pertama dan keduanya (both are boys, 2 SMA dan 1 SMP) lagi keranjingan nge-band, plus anak ketiga (girl, 2SD) yang sejak TK udah koleksi piala lomba Fashion Show dan tahun ini jadi new comer di dunia band2an. halaaaaaahh… Tante me ne jerrr…..

18
Nov
08

Remember this mad, silly action? hahha…

empat jiwa dalam gila Wew….pertengahaan November. Artinya sudah mendekati akhir tahun lagi.. Sudah hampir tahun baruan lagi.. Tambah tua lagi umur dunia ini…

Tiba-tiba kangen pengen buka2 lagi album lama. Nostalgia kegilaan tahun baru kemaren. Lagi-lagi taun baruan bareng keluarga Om Bud. Tapi agendanya beda, udah gak muter2 keliling kota lagi. Dari sore udah berangkat ke Hotel di puncak gunung yang….whatever it names, aku lali. Wuih, perjalanan buat nyampe kesna horor banget. Nggak disangka2 sore itu Tulungagung diserang angin puting beliung. wah..sepanjang jalan hujan deres… trus banyak pohon2 tumbang ke tengah jalan….spandu2..baliho…sampai2 ada kabel listrik yang putus krn tersangkut pohon2 besar yg tumbang. Irronically beautiful.

Tapi perjalanan horor itu terbayar setelh sampai di penthouse ‘entahlah’ …duh, apa ya namanya.. Pokoknya tempatnya deket banget sama bendungan Wonorejo (mudah2an ini juga gak salah inget nama). Sempet surprised juga sih….kok ada ya tempat sebagus ini di TA hahhaaa…ups, sorry. tapi sumpah ya….meski nggak terlalu mewah, tapi eksotis bangeeeetttt tuh tempatnya.

Trus kita semua janjian nyemir rambut tiga warna khas lampu setopan, merah kuning ijo. Dahsyatt.. Norak abis sih iya….tapi tetep cantik kan…hehe. Di foto, dari kiri-kanan: dek Sandi, Dek Dina, Dek Danang, Aku. Paling tua. tapi paling norak, paling jayuz, dan paling nggak tau malu…hahhaaa.

Hmm…tahun baru besok ini bakal gimana yaa… yang jelas aku nggak akan kemana2. Karena nggak ada lagi Ayah di rumah. Pertama kalinya kita tahun baruan tanpa ayah. Aku pengen bareng2 aja sama mama, Dek Sena, dan Dek Acie.

Oh no….tahun bru-nya kan masih sebulan lebih. Padahal sampai akhir bulan ini masih banyak agenda yang harus diselesikan….aaaaaarrrrghgghhh……tidaaaaaaaaaaakkk!!!




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.